Senin, 23 April 2012

INI SAATNYA


buka jendela itu dan hadiahkan pagi paras tenang mu
segerombol burung akan urung dari murung
semalam sudahkah kaujahit kelam
menjadikannya pakaian untuk kemerdekaan
dalam lamunanku merawat jarak
dan ketidakmungkinan pagi hanya surga yang sekadar
surga adalah kamaryang dihuni sebentar tapi yang sekadar dan sebentar
seakan berpendar oleh suar sabar yang dari parasmu mekar memancar
dan ni saat nya aku mundur...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar